• Jln. Pasir Kandang No 4, Koto Tangah Kota Padang

  • Telp.0823-8618-0930

  • Email fekon@umsb.ac.id

Kuliah Umum oleh Direktur PT. Kunango Jantan di Kampus III UMSB

Sesi Foto bersama Ketua PWM Sumbar, Rektor UMSB dan Dekan dilingkungan kampus dengan Direktur PT. Kunango Jantan seusai acara

[HUMAS_UMSB]. Dalam rangka Semarak Ramadhan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat angkat kegiatan seminar kewirausahaan dengan tema “Mengembangkan Kemampuan Wirausaha di Kalangan Mahasiswa” bersama narasumber H. Asril S.H Presiden Direktur PT. Kunango Jantan Pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2019 di Kampus III Kota Bukittinggi.

Seminar yang dihadiri langsung oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Syofwan Karim Elhusein M.A, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Riki Saputra M.A, Dekan Fakultas Kesehatan dan MIPA, Dekan Fakultas Hukum, Dekan Fakultas Teknik dan diikuti oleh puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Seminar dibuka oleh Rektor UMSB, beliau menyampaikan bahwa UMSB akan membuka Fakultas Kedokteran di Payakumbuh dan telah mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan insyaallah akan diberikan bantuan gedung berupa perkuliahan Senilai 35 Miliar dan juga bekerja sama dengan Presiden Direktur PT Kunango Jantan Bapak H. Asril S.H yang akan memberi bantuan berupa gedung tiga tingkat di Padang untuk dijadikan Rumah Sakit UMSB.

Acara seminar semarak Ramadhan berjalan dengan diskusi bersama mahasiswa yang dipandu oleh Dr. Mafardi dosen FKIP Padang Panjang. H. Asril S.H yang biasa dipanggil Mak Etek yang berasal dari Padang memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi wirausaha. Mak Etek menceritakan pengalamannya mulai dari mendirikan usaha sampai sukses seperti sekarang ini.

Dalam seminar, Mak Etek juga memberikan beberapa rahasia kesuksesannya dalam menjalankan usaha PT Kunango Jantan dan juga Hotel Bunda  “jangan pernah merasa takut gagal untuk memulai usaha karena musuh terbesar dalam meraih kesuksesan adalah diri sendiri.  Sebagai pengusaha kita harus rendah diri dan tidak boleh sombong sehingga kita bisa memperluas jaringan pertemanan karena melalui pertemanan yang luas akan membuka akses modal kerja untuk memulai sesuatu usaha, Ujarnya”.

Dalam diskusi dengan mahasiswa, salah satu pertanyaan pada diskusi tersebut ialah “bagaimana Mak Etek mempertahankan usaha yang telah dibangun agar besar seperti saat ini? Pertanyaan dari mahasiswa”. Lalu narasumber atau Mak Etek menjawab “kuncinya ada pada mensejahterakan karyawan, jadi seorang pemimpin tidak boleh hanya mengutamakan kepentingan pribadi tetapi yang lebih utama adalah memikirkan kepentingan karyawan, dengan cara memotivasi, memberdayakan karyawan, sehingga secara tidak langsung bisa meningkatkan pendapatan perusahaan, Ungkapnya”.